Seoarang yang kaya raya, biasanya beralasan bahwa ia tidak punya waktu untuk beribadah karena seluruh waktunya habis digunakan untuk mengurusi kekayaannya. mungkin ia lupa, bahwa dirinya sebenarnya tidaklah lebih kaya dari Nabi Sulaiman AS yang justru menjadi semakinn bertakwa dengan bertambahnya kekayaan beliao.
Seorang karyawan beralasan bahwa ia tidak punya waktu untuk beribadah karena sibuk dengan pekerjaannya, mungkin karyawan ini lupa, bahwa dirinya tidaklah lebih sibuk dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW, yang disamping sebagai kepala negara, panglima perang, beliau juuga pendidik umat.
Seorang hamba sahaya beralasan bahwa ia tidak punya waktu untuk beribadah karena sibuk melayani majikannya, Tidaklah ia lupa? bahwa dirinya tidaklah lebih sibuk dan sengsara dibandingkan dengan Nabi Yusuf AS.
Seorang yang sakit beralasan bahwa ia tidak punya waktu dan tenaga untuk beribadah karena derita sakitnya, cobalah ia ingat, derita penyakitnya itu belumlah seberapanya dibandingkan dengan penderitaan yang dirasakan oleh Nabi Ayub AS.
Seorang fakir miskin beralasan bahwa ia tidak punya waktu untuk beribadah karena kemiskinannya, Apakah ia lupa? bahwa ia tidaklah lebih miskin dari Nabi isa AS yang terpaksa memakan dedaunan dan minum air hujan.
Seorang yang tidak berpendidikan beralasan bahwa ia tidak mampu untuk beribadah karena ilmunya yang rendah, Tidaklah ia Lupa? bahwa Nabi Muhammad SAW itu tidak bisa membaca dan Menulis.
**Sumber penulisan dari Sentuhan Kalbu
oleh ir. Permadi Alibasyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar